RAKOM

Secara umum radio komunitas (rakom) berakar dari pemikiran untuk pencerahan ruang komunitas, di mana kehidupan sosial politik dijalankan secara demokratis. Sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Penyiaran No. 32 tahun 2002, Rakom merupakan lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum Indonesia, didirikan oleh komunitas tertentu, bersifat independen, dan tidak komersial, dengan daya pancar rendah, luas jangkauan wilayah terbatas, serta untuk melayani kepentingan komunitasnya.
Rakom diselenggarakan tidak untuk mencari laba atau keuntungan atau tidak merupakan bagian perusahaan yang mencari keuntungan semata. Rakom bertujuan mendidik dan memajukan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan, dengan melaksanakan program acara yang meliputi budaya, pendidikan, dan informasi yang menggambarkan identitas bangsa.

Rakom didirikan atas biaya yang diperoleh dari kontribusi komunitas tertentu dan menjadi milik komunitas tersebut. Radio Komunitas dapat memperoleh sumber pembiayaan dari sumbangan, hibah, sponsor, dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Berdasarkan pengalaman di lapangan rakom ternyata tidak hanya memberikan hiburan dan informasi saja, namun lebih dari pada itu, rakom telah menjadi wadah masyarakat dalam menggerakkan perubahan sosial di wilayah jangkauan siar.

Dengan kata lain rakom tidak berhenti pada kegiatan penyiaran saja, tapi dia harus mampu melibatkan partisipasi masyarakat dan mengorganisir pendengarnya untuk melakukan aksi-aksi nyata di lapangan guna menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi.

Belajar dari Pengalaman

Pendirian rakom bertujuan memberikan pemahaman dan penyadaran yang pada akhirnya akan menggerakkan masyarakat melakukan aksi nyata di lapangan. Oleh karenanya, rakom harus melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Bagaimana masyarakat bisa terlibat? Tentunya rakom harus mampu mengajak warga masyarakat bergabung menjadi anggota perkumpulan rakom. Melalui kegiatan penyiaran yang menghibur, dengan mengangkat budaya dan kesenian lokal. Dengan demikian akan muncul simpati masyarakat. Selain itu penyiaran rakom harus mampu mengangkat persoalan yang terjadi di masyarakat. Baik dalam bentuk pemberitaan maupun dialog dan perbincangan warga. Sehingga akan muncul pemahaman dan kesadaran kolektif di masyarakat untuk melakukan perubahan.

Anggota perkumpulan rakom yang bermukim di wilayah yang berdekatan, seperti dusun ataupun kampung, dapat dikelompokkan dalam bentuk kelompok pendengar. Anggota kelompok pendengar merupakan aktor utama yang menjalankan seluruh program kegiatan organisasi rakom. Baik kegitan on air (penyiaran) maupun yang off air (non penyiaran). Untuk kegiatan penyiaran kelompok pendengar harus mengutus penyiarnya bertugas bersiaran di studio. Sedangkan untuk peliputan berita, kelompok pendengar harus memiliki reporter yang mampu memberitakan peristiwa di lingkungannya. Kelompok pendengar juga harus bisa mengajak masyarakat di lingkungannya untuk melakukan gerakan perubahan. Dengan demikian, prinsip rakom “dari, oleh dan untuk komunintasnya”, dapat terwujud.

Mengapa harus melalui kelompok pendengar? Dalam penyiaran rakom para pendengarnya tidaklah menetap dalam satu lokasi. Akan tetapi terpencar di wilayah yang berbeda dan berjauhan. Dengan membentuk kelompok pendengar penataan organisasi dan pengembangan sumber daya anggota akan lebih efektif dan efisien. Kelompok pendengar di berbagai wilayah ini dipersatukan dalam Forum Kelompok Pendengar (FOKER) radio komunitas.

FOKER merupakan wujud keterlibatan pendengar dalam memiliki, mengelola dan menjalankan program rakom lainnya yang bertujuan untuk memandirikan organisasi perkumpulan rakom. Setiap anggota FOKER memiliki hak atas saham radio komunitas yang dipungut dalam bentuk iuran wajib.

Salah satu contoh, rakom MITRA FM di Deli Serdang, anggota FOKER nya tidak kurang dari 350 orang. Mereka telah mengumpulkan iuran wajib jutaan rupiah. Selain itu mereka telah mampu menggalang gerakan penghijauan dengan menanam ribuan pohon mahoni di sejangkau siarnya. Gerakan penghijauan ini merupakan swadaya FOKER bersama masyarakat di beberapa desa.

Agar organisasi rakom berjalan dengan baik, rakom harus membentuk pengawas yang berfungsi mengawasi jalannya perkumpulan rakom. Pengawas ini berasal dari perwakilan kelompok pendengar. Mereka akan menduduki jabatan Dewan Perwakilan Radio Komunitas (DPRK).

DPRK bertugas mengawasi dan membentuk unit kegiatan ataupun program perkumpulan rakom. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan penyiaran maupun non penyiaran. Dalam memudahkan kinerja, DPRK dapat membentuk komisi-komisi yang terdiri dari penyiaran dan non penyiaran. Komisi non penyiaran terdiri dari komisi pengembangan sumber daya, komisi budaya dan olah raga, serta komisi organisasi. DPRK diangkat dan diberhentikan oleh Musyawarah FOKER.

Di rakom MITRA FM, anggota DPRK komisi budaya dan olahraga nya telah mampu membentuk unit kerja kesenian reog ponorogo dan perserikatan sepak bola. Mereka yang tergabung dalam kelompok kesenian reog dan perserikatan sepak bola tersebut juga menjadi anggota FOKER. Jadi dengan membentuk unit kegiatan yang sesuai dengan bidangnya, DPRK secara tidak langsung telah mendorong keterlibatan masyarakat untuk menjadi anggota perkumpulan rakom.

Selain itu, anggota DPRK MITRA FM yang duduk di komisi pengembangan sumber daya, telah mampu membentuk beberapa unit program, diantaranya program kesehatan selaras alam, pertanian organik dan pengembangan bahan bakar terbarukan. Saat ini program pengembangan bahan bakar terbarukan telah mampu mengembangkan biogas dari kotoran sapi sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan memasak.

Semua kegiatan dan program perkumpiulan rakom tersebut, tidaklah lepas dari kualitas penyiaran yang mampu menjawab persoalan masyarakat. Untuk itu rakom harus memiliki Badan Pelaksana Penyiaran Komunitas (BPPK) yang mampu melakukan kegitan penyiaran dengan baik. Oleh karenanya, setiap penyiar harus terus menerus belajar dan meningkatkan kemampuannya. Sehingga seluruh program organisasi rakom dapat tersosialisasikan dan apa yang sedang dihadapi masyarakat dapat tergali dalam kegiatan penyiarannya.

Tulisan ini pertama kali di publikasikan di http://bit.ly/HkP0TP. Dan di publikasikan oleh radio komunitas.

About nasrularpansa

saya gx suka orang yg munafik n smbunyi" di blkang saya

Posted on 29 Maret 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: